oleh: Zaida Syakira (Santri MTs Dayah Insan Qur’ani)
Mendera
Terbelenggu dalam kepedihan
Mendekap dalam kesunyian
Sendiri, kesepian, dan kehilangan
Bulir air mata merekah
Deras menghujam tanah
Terlepas tanpa tercekat
Sebab rasa pilu yang kian menikam
Ketika kau dinyatakan pergi
Terus mengusik hati
Bahkan menelisik naluri
Seiring rindu juga terus merasuki
Menguak luka hingga merana
Kini dengarkanlah
Alunan riuh dari sanubariku
Meraung menuntut takdir
Berharap dapat kutemu biasmu
Yang tersaput lantaran telah berpisah
Purnamapun enggan membagi sinarnya
Walau hanya sekedar menuai pinta
Ingin mengusut jejak kita bersama
Yang tersemat di sela kemuncup
Menjadi bukti langkah yang berderak
Bukankah dunia ini terlalu kelabu?
Untuk mengangankan kepulanganmu
Merelakan tanpa harus membenci
Layaknya sebuah kenyataan
Aneuk Batee, 2020
Nama: Zaida Syakira
Ttl: Blangkejeren, 23 Mei 2006
Alamat: Gayo Lues, Blangkejeren
Hobi: membaca dan menggambar
Sosial media: @drawing_handsmade
Leave A Comment