Aceh Besar, 10 Februari 2025 – Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustadz H. Muzakkir Zulkifli, S.Ag., secara resmi membuka kegiatan seminar khusus bagi Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) periode 2025-2026 pada Senin, 10 Februari 2025. Seminar ini merupakan kegiatan perdana yang diadakan dengan tujuan memperkuat kepemimpinan dan memperluas wawasan para pengurus organisasi.
Dalam pembukaannya, Ustadz Muzakkir menekankan pentingnya konsistensi dalam mengelola program OSDIQ. Menurutnya, peran OSDIQ sangat besar dalam menjaga kondisi dan ketertiban di lingkungan Dayah Insan Qurani. “Sebagai pengurus, kalian harus mampu mengayomi, bukan menghakimi. Sistem pembinaan di Insan Qurani bersifat memotivasi, bukan menjerakan,” ujarnya.
Seminar yang bertemakan Penguatan Leadership Organisasi Dayah Insan Qurani ini menghadirkan tujuh pemateri, termasuk Ustadz Muzakkir sendiri. Para pemateri menyampaikan berbagai materi yang berfokus pada kepemimpinan, manajemen organisasi, serta strategi dalam menjalankan program OSDIQ dengan baik.
Diharapkan dengan adanya seminar ini, para pengurus OSDIQ periode 2025-2026 dapat lebih memahami peran dan tanggung jawabnya, serta mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk kepengurusan yang solid dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya.
Adiwiyata dan Santri: Mewujudkan Dayah Hijau Ramah Lingkungan
Seminar kepemimpinan Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) periode 2025-2026 menghadirkan Bapak M. Jamaansyah, SP dari Dinas Lingkungan dan Kebersihan sebagai pemateri kedua. Dalam materinya, beliau menyampaikan tema Dayah Ramah Lingkungan dengan menekankan pentingnya program Adiwiyata dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
Di awal pemaparannya, Bapak Jamaansyah langsung mengenalkan konsep Adiwiyata, yaitu sebuah program yang bertujuan membangun wadah ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan membentuk perilaku baik yang menjadi dasar bagi kesejahteraan hidup serta pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya lingkungan dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 ini bertujuan menambah wawasan para pengurus OSDIQ agar dapat menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam program kerja mereka. Selain itu, Bapak Jamaansyah juga menjelaskan bahwa dalam program Adiwiyata terdapat penghargaan bagi sekolah yang berhasil menjalankan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Di akhir sesinya, beliau menyampaikan harapan agar Insan Qurani semakin meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. “Lingkungan itu adalah rumah, tempat semua makhluk hidup berekosistem,” tutupnya. Dengan pemahaman ini, diharapkan para santri dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar mereka.
Stop Perundungan! Menciptakan Dayah yang Aman dan Nyaman bagi Semua
Seminar kepemimpinan Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) periode 2025-2026 menghadirkan Zulfikar, seorang Project Officer dari Yayasan Aceh Rumah Hijau, sebagai pemateri ketiga. Dalam sesi ini, beliau membahas mengenai perundungan, sebuah isu yang semakin marak terjadi di kalangan remaja, termasuk di lingkungan santri.
Dalam pemaparannya, Zulfikar atau yang akrab disapa Kak Fikar menjelaskan bahwa perundungan bukan hanya sebatas kekerasan fisik, tetapi memiliki empat bentuk utama, yaitu perundungan fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying. Ia menegaskan bahwa perundungan adalah tindakan yang bertujuan melukai, mengganggu, atau menyusahkan orang lain secara berulang.
Santri Insan Qurani diharapkan dapat memahami bahwa tindakan yang mungkin dianggap sebagai candaan ternyata bisa termasuk dalam perundungan. Oleh karena itu, seminar ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan agar mampu mengenali dan mencegah tindakan perundungan di lingkungan sekitar.
“Perundungan bukan hanya merusak mental seseorang, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda,” ujar Kak Fikar dalam sesi penutupnya. Dengan adanya seminar ini, diharapkan para santri dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan penuh empati bagi sesama.
Kenali Diri, Kelola Emosi: Resep Sukses Kepemimpinan ala Kak Maulina
Seminar kepemimpinan bagi Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) periode 2025-2026 menghadirkan Kak Maulina Sari, seorang Project Manager dari Yayasan Aceh Hijau, sebagai pemateri terakhir pada hari pertama. Dalam sesi inspiratif ini, beliau mengangkat tema tentang kepemimpinan diri dan pengelolaan emosi, yang menjadi kunci utama dalam membentuk pribadi yang kuat dan tangguh.
Di awal sesi, Kak Mauli mengajak para santri untuk merefleksikan diri dengan sebuah pertanyaan mendalam: “Seberapa kenalkah aku dengan diriku sendiri?” Ia kemudian menjelaskan beberapa komponen penting dalam mengenal diri, seperti latar belakang keluarga, minat dan kesukaan, serta gaya belajar masing-masing individu.
Salah satu poin utama dalam pemaparannya adalah konsep resiliensi, yaitu kemampuan seseorang untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali dari tekanan serta tantangan hidup. “Perlu adanya sinkronisasi antara logika dan perasaan untuk menghadapi berbagai situasi dalam hidup,” ujarnya.
Beliau juga membahas perbedaan antara growth mindset dan fixed mindset. Menurutnya, seseorang yang memiliki growth mindset akan lebih terbuka terhadap perubahan dan terus berusaha berkembang, sementara mereka yang memiliki fixed mindset cenderung terjebak dalam pola pikir yang kaku dan sulit menerima perubahan. “Jangan terbelenggu dengan pemikiran buruk,” pesannya.
Di akhir sesi, Kak Mauli menekankan bahwa persepsi sangat memengaruhi emosi seseorang. “Persepsi buruk akan mendatangkan emosi yang buruk, sebaliknya persepsi yang baik akan membawa emosi yang positif,” tuturnya.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan para santri dapat lebih mengenali diri mereka, mengelola emosi dengan baik, serta memiliki pola pikir yang berkembang agar siap menghadapi tantangan di masa depan.

Kepemimpinan Berbasis Moral: Membangun Karakter Pemimpin di Dayah
Aceh Besar, 11 Februari 2025 – Dayah Insan Qurani kembali melanjutkan rangkaian seminar kepemimpinan bagi Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) tahun 2025 dengan menghadirkan Dr. H. Muntasyir, S.Ag, M.A, sebagai pemateri utama. Seminar bertema “Dayah Ramah Santri untuk Penguatan Leadership Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) Tahun 2025” ini dihadiri oleh seluruh anggota organisasi.
Mengawali materinya, Dr. Muntasyir memberikan sebuah refleksi kehidupan. “Hidup ini bagai sekuntum bunga, tumbuh, mekar, layu, lalu mati,” ujarnya. Melalui perumpamaan ini, beliau mengajak santri untuk memaknai setiap fase kehidupan sebagai kesempatan untuk terus berkembang dan memberikan manfaat.
Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa moralitas adalah hal paling fundamental dalam kepemimpinan. “Kita harus meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan menanamkan nilai-nilai baik,” tuturnya. Menurutnya, seorang pemimpin yang baik tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Tujuan utama dari sesi ini adalah untuk memotivasi santri agar memiliki jiwa kepemimpinan yang peka terhadap lingkungan sekitar. Dr. Muntasyir mengajak para santri untuk menciptakan suasana yang nyaman di dalam dayah agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Dengan begitu, santri dapat berkembang menjadi pemimpin berkualitas di masa depan.
Melalui seminar ini, diharapkan para anggota OSDIQ semakin memahami pentingnya peran mereka dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan mendukung kemajuan bersama.
Hospitality dalam Ukhuwah Islamiyah: Kunci Kebahagiaan Sejati
Aceh Besar, 11 Februari 2025 – Seminar kepemimpinan bagi Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) hari kedua menghadirkan Dr. Irwan Saputra, S. Kep., M.KM, seorang dosen program Magister Kesehatan Masyarakat. Dalam sesi ini, beliau membawakan materi bertema “Hospitality Membangun Ukhuwah Islamiyah”, yang berfokus pada bagaimana menjadi seorang muslim sejati yang mampu membawa kebahagiaan bagi orang lain.
Dalam penyampaiannya, Dr. Irwan menekankan bahwa kebahagiaan sejati datang ketika seseorang mampu membahagiakan orang lain. “The true happiness comes when we are about to make others happy,” ujarnya. Pesan ini mengajarkan bahwa sikap ramah dan kepedulian terhadap sesama adalah kunci dalam membangun ukhuwah Islamiyah yang erat di lingkungan Dayah.
Selain itu, beliau juga membagikan fakta menarik terkait ekspresi wajah. Menurutnya, ketika seseorang tersenyum, hanya 17 otot yang bekerja, sedangkan saat seseorang cemberut, 43 otot harus berkontraksi. “Senyum itu lebih mudah dan murah, tetapi ketika hadir, ia bisa bermakna segalanya,” tambahnya.
Dengan pemaparan yang inspiratif ini, para santri diharapkan dapat lebih memahami pentingnya sikap ramah dan penuh kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Seminar ini tidak hanya menambah wawasan para pengurus OSDIQ, tetapi juga memberikan motivasi agar mereka menjadi pribadi yang membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya.
Menulis Surat Resmi, Meningkatkan Profesionalisme Pengurus OSDIQ
Aceh Besar, 11 Februari 2025 – Rangkaian seminar kepemimpinan bagi Organisasi Santri Dayah Insan Qurani (OSDIQ) resmi ditutup dengan sesi terakhir yang diisi oleh Ustadz Dr. Alfirdaus Putra, S.HI., M.H., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Insan Qurani. Dalam materinya, beliau menyampaikan pentingnya tata persuratan dalam administrasi organisasi, khususnya di lingkungan Dayah Insan Qurani.
Ustadz Alfirdaus berharap agar para santriwan dan santriwati mampu membuat surat resmi secara mandiri tanpa harus selalu bergantung kepada sekretaris organisasi. Mengingat banyaknya acara di Dayah Insan Qurani, setiap kegiatan memiliki sekretarisnya masing-masing, sehingga pemahaman tentang tata persuratan menjadi keterampilan yang sangat diperlukan.
Seminar ini bertujuan meningkatkan keterampilan santri dalam penggunaan ilmu komputer, khususnya dalam penyusunan surat resmi. Beliau menegaskan bahwa semua surat yang dibuat di lingkungan Dayah Insan Qurani harus memiliki format yang seragam, termasuk dalam penggunaan font dan struktur surat. Selain itu, beliau juga menjelaskan cara penomoran surat serta memberikan wawasan mengenai anggaran yang dialokasikan untuk kepentingan tertentu dalam administrasi dayah.
Dengan berakhirnya sesi ini, seminar kepemimpinan OSDIQ 2025-2026 resmi ditutup. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para santri dapat lebih siap dalam mengelola organisasi dengan baik serta memiliki keterampilan yang bermanfaat dalam dunia akademik maupun profesional di masa depan.
Leave A Comment